Gus Miftah Dikecam Usai Rencana Sholawatan di Prambanan

Tentang Kami785 Dilihat

Yogyakarta || Jatenggayengnews.com- Acara bertema Prambanan Bersholawat yang awalnya dijadwalkan berlangsung di kawasan Candi Prambanan menuai kontroversi.

Gelaran tersebut direncanakan pada 10 hingga 11 Mei 2025 oleh komunitas motor Pelopor CB dengan menghadirkan Gus Miftah sebagai pengisi utama.

Namun kehadiran poster acara yang menampilkan latar belakang Candi Prambanan mengundang kecaman dari sejumlah pihak.

Pihak yang menolak menilai bahwa Candi Prambanan adalah tempat suci bagi umat Hindu dan tidak semestinya dijadikan latar kegiatan keagamaan dari agama lain.

Menanggapi situasi ini, panitia pelaksana menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

BACA JUGA  Gagal Selundupkan 2 Ton Narkoba, Warga Malaysia Diciduk

Mereka menegaskan bahwa penggunaan gambar Candi Prambanan bukan bertujuan untuk menodai kesakralan situs tersebut, melainkan sebagai bentuk penghormatan terhadap kekayaan budaya bangsa.

Ketua Pelopor CB, Prawiten, menjelaskan bahwa lokasi awal yang dipilih sebenarnya berada di zona 3 Candi Sewu yang berjarak sekitar 1,3 kilometer dari Candi Prambanan.

Meski demikian, demi menjaga suasana kondusif dan menghindari gesekan sosial, panitia akhirnya memutuskan memindahkan lokasi kegiatan.

Nama acara pun turut diubah menjadi Pelopor Bersholawat.

Gus Miftah mendukung penuh keputusan tersebut.

Ia menyatakan bahwa silaturahmi dan kebersamaan umat harus dijunjung tinggi di atas segalanya.

BACA JUGA  Kabar Gembira! BRT Trans Jateng Koridor Magelang – Temanggung Ditargetkan Meluncur 2027

Menurutnya, tujuan utama kegiatan ini adalah mempererat persaudaraan dan menanamkan nilai-nilai toleransi beragama.

Pihak pengelola kawasan candi melalui manajemen Taman Wisata Candi menjelaskan bahwa zona 3 Candi Sewu selama ini memang digunakan untuk berbagai aktivitas masyarakat.

Lokasi tersebut bukan tempat peribadatan dan kerap dimanfaatkan oleh komunitas lokal untuk kegiatan budaya.

Namun karena polemik terus berkembang, keputusan relokasi acara diambil sebagai langkah meredam ketegangan dan menunjukkan penghormatan terhadap keyakinan pihak lain.

Hingga kini, panitia belum merinci lokasi baru pelaksanaan sholawatan.

BACA JUGA  Kejari Kab. Blitar Bangun Gedung Baru, Dosen UNU dan Unisba Blitar. Semua Tergantung Esensinya

Namun mereka menegaskan bahwa kegiatan tetap berjalan sesuai jadwal dan lebih berhati-hati dalam pelaksanaannya.

Panitia juga menyampaikan komitmen untuk menjaga keberagaman serta menghindari hal-hal yang berpotensi menyinggung unsur SARA di masa mendatang.

Gambar 3
file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2