Gambar ilustrasi
LUMAJANG || jatenggayengnews.com – Masyarakat di Kecamatan Ranuyoso tengah diliputi keresahan setelah mencuat dugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang pria berinisial T terhadap keponakannya sendiri, seorang remaja perempuan berusia belasan tahun.
Korban, yang dikenal dengan inisial N dan masih berstatus sebagai siswi SMA, dikabarkan menghentikan pendidikannya usai mengalami kejadian tragis tersebut. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa T merupakan suami dari bibi korban dan tinggal di lingkungan yang sama, membuatnya memiliki akses leluasa terhadap korban.
Faktor ekonomi dan kondisi keluarga yang memprihatinkan diyakini menjadi penyebab lemahnya pengawasan terhadap korban. Saat ini, N tinggal bersama ibu dan neneknya yang keduanya menderita stroke, sehingga tidak mampu memberikan perlindungan maksimal.
“Sejak kejadian itu, N terlihat seperti kehilangan semangat hidup. Ia tidak lagi bersekolah dan kerap terlihat murung serta takut,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya. Ia menambahkan bahwa tindakan pelaku diduga terjadi lebih dari satu kali dan bahkan disebut-sebut ada upaya untuk menutup kasus ini dengan imbalan uang sebesar Rp50 juta.
Keresahan warga semakin memuncak karena hingga kini belum ada tindakan tegas dari aparat desa maupun penegak hukum. Mereka mencurigai adanya upaya menutupi kasus ini oleh pihak keluarga dan perangkat desa.
“Kami meminta aparat hukum segera bertindak. Jangan sampai kasus ini berlalu tanpa kejelasan hukum, apalagi ini menyangkut anak di bawah umur,” tegas warga lainnya.
Masyarakat Ranuyoso mendesak agar perlindungan terhadap anak dijadikan prioritas serta berharap agar aparat hukum segera menindaklanjuti kasus ini demi mencegah terulangnya kejadian serupa.
file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg






