Saat melakukan aksi demo di depan kantor Kemenag Ri. (Foto:ist)
JAKARTA || jatenggayengnews.com – Ratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Lintas Agama, Ketua Masyarakat Anti Pelecehan, dan Aliansi Pemuda Islam Nusantara menggelar demonstrasi di depan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) RI, Jakarta, pada Senin (24/3/2025). Dalam aksi tersebut, mereka mendesak agar Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar dievaluasi dan bahkan dicopot dari jabatannya.
Aksi ini berlangsung dengan damai meski di bawah terik matahari, dengan massa mengungkapkan berbagai dugaan serius terhadap Menag Nasaruddin Umar, termasuk pelecehan verbal, perselingkuhan, dan praktik korupsi, kolusi, serta nepotisme (KKN) di lingkungan Kemenag. Mereka juga menyoroti kampanye ‘Kurikulum Cinta’ yang digagas Kemenag, yang mereka duga hanya sebagai kedok untuk menutupi perilaku tidak pantas Nasaruddin Umar.
Rahmat Pratama, Koordinator Lapangan Aksi, menegaskan dalam rilis media bahwa mereka menuntut Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengevaluasi Menag Nasaruddin Umar dan mencopotnya jika terbukti melakukan pelecehan verbal, perselingkuhan, dan praktek KKN. Aksi tersebut juga dibarengi dengan pembentangan spanduk dan pamflet berisi kritik tajam terhadap Menag.
Para peserta aksi menegaskan bahwa tujuan mereka bukanlah untuk memfitnah, tetapi untuk menyelamatkan martabat bangsa. Mereka menegaskan bahwa seorang pejabat negara harus menjadi panutan moral, dan jika benar terjadi perilaku tidak pantas oleh Menag Nasaruddin Umar, Presiden diharapkan turun tangan.
Selain itu, sejumlah saksi, termasuk perempuan berinisial S dan N, siap memberikan kesaksian terkait dugaan pelecehan dan perselingkuhan yang melibatkan Nasaruddin Umar. Mereka juga menyoroti dugaan praktik nepotisme dan pengelolaan anggaran yang tidak transparan di lingkungan Kemenag.
Rahmat menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh membiarkan praktik-praktik tersebut terus berlangsung dan menuntut agar tindakan tegas diambil untuk menjaga integritas lembaga negara.






