Foto: Pesantren Purbalingga
Purbalingga||jatenggayengnews.com – Pondok pesantren kembali menjadi sorotan utama di Kabupaten Purbalingga sebagai lembaga pendidikan yang berperan penting dalam membangun benteng moral generasi muda. Dalam acara Silaturahmi Pengasuh Pondok Pesantren se-Kabupaten Purbalingga di Pondok Pesantren Nurul Barokah, Beji, Bojongsari, Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi menegaskan peran besar pesantren dalam menangkal degradasi moral di kalangan pemuda.
“Pesantren memiliki kontribusi penting dalam mencegah pengaruh buruk seperti miras, narkoba, seks bebas, judi, dan radikalisme. Ilmu agama yang diajarkan menjadi benteng moral yang kokoh bagi generasi muda,” ujar Bupati Tiwi, Rabu (22/1).
Pemerintah Kabupaten Purbalingga menunjukkan komitmennya melalui berbagai program pendukung pesantren, seperti pemberian dana hibah, honor guru ngaji, dan pengasuh pondok pesantren yang diatur dalam Perda Nomor 7 Tahun 2024. “Semoga dukungan ini terus berlanjut pada pemerintahan berikutnya. Sinergi ulama, umaro, dan umat akan menjadikan Purbalingga sebagai kabupaten yang sejahtera dan berakhlak,” tambahnya.
Acara yang diadakan oleh Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Purbalingga ini menghadirkan empat pemateri, yaitu Kapolres Purbalingga, Dandim Purbalingga, Densus 88, dan Kemenag Purbalingga. Materi yang dibahas meliputi pencegahan bullying di pesantren, peran pesantren dalam menciptakan lingkungan kondusif, edukasi tentang NKRI harga mati, dan mewujudkan pesantren ramah santri.
AKP Eko Yulistimawanto dari Densus 88 menekankan pentingnya pesantren dalam menangkal radikalisme. “Pemahaman agama yang dangkal sering menjadi penyebab radikalisme. Kami berharap para kiai dapat memberikan edukasi yang benar sehingga generasi muda tidak terjerumus ideologi teror,” ujarnya. Ia juga mengajak santri untuk menyebarkan Islam yang damai, menghargai perbedaan, dan memperkuat nasionalisme.
Acara ini diikuti oleh 84 pondok pesantren dan menjadi ajang tukar pikiran dalam memperkuat peran pesantren sebagai pembentuk generasi muda yang berakhlak mulia dan cinta tanah air. Dukungan penuh dari pemerintah, sinergi ulama, serta partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam menjadikan pesantren benteng moral generasi mendatang.







