Candi Borobudur Optimalkan Tarik Jutaan Turis

MAGELANG || jatenggayeng.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo siap gerak cepat menyelesaikan sejumlah pekerjaan rumah (PR) terkait penataan kawasan Candi Borobudur. Di antaranya terkait penyelenggaraan event dan optimalisasi kendaraan listrik. Sabtu (22/07/2023).

Ganjar mengikuti Rapat Koordinasi Nasional Pengembangan 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas 2023, Semester 1 di Plataran Heritage Borobudur. Dipimpin Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. Selain itu, juga dihadiri Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Parekraf Sandiaga Uno, Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto, Menteri PAN-RB Abdullah Azwar Anaz dan Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono.

Dalam rapat tersebut, Pemprov Jateng serta Pemkab Magelang mendapat pekerjaan rumah untuk menggarap dan menjaga terselenggalaranya event, optimalisasi electric vehicle, penataan Pasar Kujon dan pengelolaan sampah.

“Kami diminta menjaga event ya, kerja sama dengan InJourney. Kemudian electric vehicle mulai kita introduksi, termasuk kita mencoba mencari CSR agar masyarakat mulai kenal. Sehingga di kawasan candi ini semua menggunakan alat transportasi yang tidak mencemari,” papar Ganjar usai mengikuti rapat.

BACA JUGA  Klarifikasi Kepada Kades Baleagung, Warga Tanyakan Kejelasan 3 Hal

Lebih lanjut, kata Ganjar, dalam rapat Menag memaparkan potensi pertumbuhan ekonomi lewat event keagamaan. Dalam satu tahun, ada enam kali hari besar Buddha.

Ganjar mengatakan, pekerjaan ini tidak bisa selesai tanpa dukungan masyarakat. Di sisi lain, masyarakat dapat langsung merasakaan manfaat dari penataan kawasan Candi Borobudur.

“Potensi kunjungan yang sangat besar. Ini butuh sosialisasi ke masyarakat agar kemudian Borobudur bisa dipakai wisata umum, wisata religi dan pasti impact di masyarakat ekonominya akan tumbuh. UMKM-nya, kulinernya, akomodasinya,” tegas Ganjar.

Sementara terkait pembangunan Pasar Kujon, Ganjar menegaskan, anggarannya sudah tersedia. Pemprov Jateng, tinggal menunggu AMDAL.

“Lebih teknis lagi ada beberapa yang mesti kita kerjakan, yaitu Pasar Kujon. Kita tunggu AMDAL dari Pemkab Magelang yang kita harapkan segera dilakukan karena anggaran kita untuk pengadaan tanah sudah siap,” ujarnya.

BACA JUGA  Siap Amankan Lebaran, Polres Demak Gelar Apel Pasukan Operasi Ketupat Candi 2024

Hal teknis selanjutnya adalah pengelolaan sampah. Ganjar mengatakan, perlu penanganan khusus agar tak berhenti pada kelola, tetapi sekaligus me-manage agar perilaku hidup bersihnya berjalan.

“Pengelolaan sampah tidak hanya sekadar tempat pengelolaan sampahnya, tapi me-manage sampahnya agar kita bisa perilaku hidup bersih berjalan dan menjadi tempat yang indah,” ucapnya.

Ganjar siap melakukan percepatan untuk membereskan sejumlah pekerjaan rumah yang diberikan dalam rapat tersebut. Harapannya, hal-hal yang sifatnya teknis cepat diselesaikan. Sehingga semua bisa beres pada 2024.

“Sekarang kita menyiapkan hal yang sifatnya teknis untuk mendukung itu semuanya. Kalau itu secara teknis semua terjadi kita tinggal menggelindingkan saja, maka kita dikasih PR event tadi,” tandasnya.

Sementara itu, Menko Marves Luhut B Pandjaitan menegaskan, percepatan penataan Candi Borobudur menjadi penting. Sebab, Candi Borobudur telah masuk dalam 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas.

“Borobudur ini akan menjadi salah satu penerimaan negara yang besar atau pemasukan pada negara. Karena 2 juta turis bisa kita dapat dari situ, spiritual tourism tadi itu ,” katanya.

BACA JUGA  350 Siswa Sepa PK TNI Kunjungi Kodam IV/Diponegoro

Senada disampaikan Menparekraf Sandiaga Uno. Sandiaga menuturkan, penataan Candi Borobudur ini akan membuka peluang usaha bagi masyarakat di sekitarnya. Tak terbatas pada pelaku UMKM.

“Ini akan menjadi sebuah terobosan untuk membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat Magelang, dan juga bagi Jogjakarta dan Jawa Tengah secara keseluruhan,” tandas dia.

 

 

Wartawan : Arifin

Editor        : Luluk

Gambar 3
file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2