Penuhi Hak Kesehatan WBP, Lapas Banjarbaru Bersinergi Dengan Puskesmas Cempaka Gelar Pemeriksaan Kesehatan Penyakit Tidak Menular

Nasional834 Dilihat

BANJARBARU – Lapas Kelas IIB Banjarbaru menggelar kegiatan pemeriksaan kesehatan penyakit tidak menular (PTM) bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan para Petugas yang bertempat di Lapangan Tenis Lapas Banjarbaru, Sabtu (20/5/2023).

Kalapas Kelas IIB Banjarbaru, Amico Balalembang menyampaikan kegiatan ini merupakan sinergitas yang terjalin melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Puskesmas Rawat Inap Cempaka Kota Banjarbaru.

“kegiatan ini rutin kita lakukan setiap bulannya yang bertujuan untuk mencegah penyakit menular maupun tidak menular di kalangan Warga Binaan. Juga sebagai pemenuhan dari salah satu hak narapidana dan tahanan yaitu mendapatkan layanan kesehatan yang layak dan gratis tentunya,” terang Amico.

Kasubsi Perawatan Lapas Banjarbaru, Dedi Safitri menjelaskan deteksi dini PTM yang dilakukan meliputi pengecekan berat badan, tinggi badan, lingkar perut, tekanan darah, kadar karbon monoksida (CO), kadar gula darah, kolesterol, asam urat, penyakit tidak menular (DB, Obesitas, Hipertensi).

BACA JUGA  Pembinaan di SMKN 1, Ini Pesan Aipda Sri Nuryanto Kanit Reskrim Polsek Juwangi

“tercatat ada 59 orang WBP dan 13 orang Pegawai yang diperiksa kesehatannya oleh para Petugas Puskesmas Cempaka yang dibantu Petugas Klinik Pratama Lapas Banjarbaru. Dengan diketahuinya faktor risiko PTM secara dini pada seseorang maka pencegahan dan pengendalian dapat dilakukan sedini mungkin,” jelas Dedi.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Rawat Inap Cempaka, dr. Rosni Yuniarti menyampaikan bahwa Penyakit Tidak Menular (PTM) sering tidak bergejala, banyak yang tidak mengetahui dan menyadari jika mengidap PTM. Hal tersebut membuat kesadaran untuk memeriksakan diri kurang, sehingga banyak yang periksa ketika terjadi komplikasi dari PTM tersebut.

BACA JUGA  19 Prajurit Kodim Pati Ikuti Seleksi Diktukbasus TNI AD 2024

“Penyakit tidak menular sendiri terjadi karena berbagai faktor, seperti kebiasaan merokok, diet atau pola makan yang tidak sehat, minim aktivitas fisik, dan konsumsi minuman beralkohol. Selain itu, riwayat kesehatan keluarga juga dapat menjadi pemicu penyakit tidak menular,” jelasnya.

Lebih lanjut, dr. Rosni menyampaikan perubahan perilaku untuk melaksanakan gaya hidup sehat mutlak diperlukan untuk mencegah terjadinya PTM. Deteksi dini, pengendalian faktor resiko dan kontrol kesehatan serta minum obat teratur wajib dilakukan guna mencegah terjadinya PTM sebagai penyebab kematian terbanyak.

BACA JUGA  Koran Jateng Gayeng News Sebagai Informasi Warga Indonesia

“Mari kita deteksi diri kita sendiri, temukan faktor resiko dan kendalikan faktor resiko tersebut sehingga tidak membawa kita ke PTM. Semoga kedepannya, kita lebih aware dan waspada akan resiko PTM ini dan rutin melaksanakan pemeriksaan di faskes terdekat minimal 6 bulan sekali,” pungkas dr. Rosni.

Wartawan : Sumarno

Editor        : Malice

file:///C:/Users/user/Downloads/WhatsApp%20Image%202026-07-14%20at%2009.15.01.jpeg
Gambar 1 Gambar 2