Pertama Polwan Bergelar Dokter di Polres Grobogan

GROBOGAN || jatenggayengnews.com – Menuntut ilmu tidak terbatas waktu, juga tidak terbatas tempat. Berapa pun umurnya dianjurkan mencari ilmu dan tidak boleh bermalas-malasan. Mencari ilmu itu luas, bisa berasal dari sekolah, dari buku, dari orang berilmu atau ulama, hingga dari fenomena kehidupan sekitar.

Seperti yang dilakukan Aiptu Sri Yuni Hastuti. Ia merupakan seorang Polisi Wanita atau Polwan di Polres Grobogan yang pertama bergelar Doktor. Yuni sapaan akrabnya, termotivasi menyelesaikan pendidikan S3 berkat dukungan keluarga dan para dosen yang membimbingnya.

Hal itu diungkapkan Aiptu Yuni yang baru saja lulus Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Sultan Agung Semarang pada bulan Juli 2022 lalu.

“Sebetulnya mendaftar S3 itu tidak sengaja karena pada saat itu Unissula mengadakan kuliah kerjasama S2 dengan Polres Grobogan,” jslas Aiptu Yuni.

Saat ditawari, Aiptu Yuni mengungkapkan bahwa dirinya sudah lulus S2 pada tahun 2007 dan justru mendapatkan tawaran kuliah S3 di almamaternya yakni Unissula Semarang.

BACA JUGA  Willem Wandik – Yotam Wonda Ditetapkan Sebagai Pemenang Pilkada Tolikara 2024

“Terus disuruh lanjutin ke S3. Saya nanya ke dekan S2, kira-kira saya mampu tidak ya, dan beliau bilang pasti bisa karena dibimbing kampus,” ujar Yuni yang mendaftar kuliah pada saat pandemi Covid-19.

Disampaikan Aiptu Yuni, dirinya sempat merasa minder karena latar belakang rekan-rekan kuliahnya yang sebagian besar Kepala Kejaksaan, pengacara senior dan profesi dosen.

“Jadi saya bener-benar butiran debu, yang tidak terlihat sama sekali,” ujarnya.

Selain itu dirinya juga mengaku terjadi kendala saat penyusunan disertasi saat menyelesaikan pendidikan S3-nya itu.

“Saya masuk kuliah awal tahun 2020, di tengah perjalanan, ternyata banyak kendala juga, terutama pada saat penyusunan disertasi,” ujar Aiptu Yuni.

“Karena saya menyadari, saya bukan orang pandai, tapi saya senang belajar,” ujar ibunda dari Roro Cinta Ayunda Pramesti dan Arauna Ayunda Pramesti.

Istri Ipda Teddy Hernomo ini bersyukur selama menjalani beragam tahapan dengan lancar karena adanya dukungan dari keluarga yang membuatnya lulus tepat waktu.

BACA JUGA  Pj Bupati Kudus Meraih Tiga Anugerah Dari CNN Indonesia, Siap Berbuat Lebih Baik

“Tahapan ujian, dari ujian proposal, ujian kelayakan, dan ujian terbuka, membuat saya berada di tengah-tengah. Mau mundur sayang, maju juga berat,” ujar perempuan yang pernah menempuh gelar Sarjana Hukum di Undaris.

Aiptu Yuni mengungkapkan, selama kuliah S3 dirinya masih bisa ada waktu bersama keluarga dan pekerjaannya sebagai Polwan. Pasalnya, kuliah yang dijalani hanya pada saat akhir pekan, sehingga masih bisa membagi waktu antara dinas di kepolisian dan memperhatikan suami dan anak-anaknya.

“Suami yang paling support luar biasa. Dia mau berbagi waktu sama saya untuk menemani anak-anak saat saya lagi kuliah, walaupun beliau juga harus berdinas,” ujarnya.

“Begitu juga saat beliau ada tugas dinas dan saya pas lagi di rumah, tetap kuliah sambil menemani anak anak. Anak-anak juga nggak protes, malah bilang Mama kuliah yang baik, segera lulus,” tambah Yuni.

Berkat dukungan dari anak dan suami, dirinya lulus tepat waktu di tahun 2022 lalu. Kini, dengan gelar Doktor yang disandangya itu bisa menjadikan dirinya berbagi ilmu dengan para mahasiswa di Undaris Semarang.

BACA JUGA  Pemkab Grobogan Genjot Reformasi SAKIP demi Pemerintahan yang Lebih Akuntabel

“Saya diberi amanah juga sebagai dosen di Undaris. Apa yang saya dapatkan selama kuliah, berkahnya luar biasa. Saya bisa ikut mengajar kuliah, dan ilmu yang saya dapat bisa bermanfaat,” tambah Yuni.

Bahkan, dirinya tidak jarang memberikan support kepada teman-temannya untuk bisa melanjutkan pendidikan lebih tinggi lagi.

“Karena masyarakat sekarang semakin pinter, kita sebagai penegak hukum tentunya harus mengimbanginya. Apalagi teknologi semakin canggih, kita harus mengikuti perkembangan zaman. Dengan penambahan ilmu, otomatis pola pikir kita juga akan beda,” ungkapnya.

“Menjadi penegak hukum harus menjadi teladan dimanapun kita berada seperti di lingkungan kerja. Kita juga harus bisa menjadi panutan di masyarakat,” tutup perempuan yang bertugas di bagian SDM Polres Grobogan.

Wartawan : Malice

Editor        : Luluk